Musik adat merupakan bagian penting dari warisan budaya suatu masyarakat. Ini mencerminkan tradisi, kepercayaan, dan nilai-nilai sekelompok orang tertentu, dan berfungsi sebagai cara untuk mewariskan cerita dan pengetahuan dari generasi ke generasi. Namun, di dunia modern saat ini, banyak tradisi musik pribumi yang berisiko hilang karena generasi muda tertarik pada genre musik yang lebih mainstream dan komersial.
Salah satu kelompok yang berupaya melestarikan musik asli di Indonesia adalah Bandardewi. Didirikan pada tahun 2012, Bandardewi adalah kumpulan musisi dan seniman yang berdedikasi untuk mempromosikan dan melestarikan musik tradisional masyarakat Dayak di Kalimantan. Masyarakat Dayak adalah salah satu kelompok masyarakat adat di Indonesia, dengan kekayaan sejarah budaya yang mencakup tradisi musik dan tarian yang unik.
Misi Bandardewi tidak hanya melestarikan musik tradisional masyarakat Dayak, tetapi juga memasukkan unsur dan teknik modern agar musik tersebut lebih mudah diakses oleh khalayak yang lebih luas. Mereka memadukan alat musik tradisional seperti sape (alat musik mirip kecapi) dan gendang (gendang) dengan bunyi dan ritme kontemporer, menciptakan perpaduan yang menarik bagi pendengar muda dan tua.
Salah satu cara Bandardewi melestarikan musik daerah adalah melalui program pendidikan musik. Mereka menawarkan lokakarya dan kelas bagi musisi muda yang tertarik mempelajari musik tradisional Dayak, serta peluang bagi musisi berpengalaman untuk berkolaborasi dan menciptakan musik baru bersama. Dengan mewariskan tradisi tersebut kepada generasi penerus, Bandardewi memastikan musik masyarakat Dayak akan terus berkembang hingga tahun-tahun mendatang.
Selain program pendidikannya, Bandardewi juga tampil di festival, konser, dan acara kebudayaan lainnya untuk menampilkan keindahan dan keragaman musik Dayak. Mereka telah memperoleh banyak pengikut baik di Indonesia maupun internasional, dan musik mereka dipuji karena suaranya yang unik dan penyampaian cerita yang kuat.
Melestarikan musik asli bukan hanya tentang melindungi artefak budaya – ini adalah tentang menghormati suara dan cerita komunitas yang terpinggirkan, dan memastikan bahwa musik mereka mendapatkan pengakuan dan penghormatan yang layak. Karya Bandardewi adalah contoh cemerlang tentang bagaimana teknologi dan inovasi modern dapat digunakan untuk melestarikan dan merayakan musik pribumi di dunia yang berubah dengan cepat. Dengan memadukan tradisi dan inovasi, Bandardewi mampu menjaga musik masyarakat Dayak tetap hidup dan relevan di abad ke-21.